Sedekah Bumi Dukuh Cering Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Punden

25 Mei 2026
FAHRURROHIM
Dibaca 2 Kali
Sedekah Bumi Dukuh Cering Berlangsung Meriah, Ribuan Warga Padati Punden

Rembang, 24 Mei 2026 — Tradisi Sedekah Bumi yang digelar masyarakat Dukuh Cering, Desa Mojowarno, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, berlangsung meriah pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Punden Dukuh Cering tersebut menjadi ajang ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diperoleh sepanjang tahun.

Sejak pagi hari, warga berbondong-bondong datang ke lokasi untuk mengikuti rangkaian acara yang telah dipersiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat. Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi salah satu tradisi turun-temurun warga Dukuh Cering tersebut.

Puncak acara berlangsung pada malam hari dengan penampilan kethoprak “Asri Wijoyo” yang sukses menarik perhatian masyarakat. Ribuan warga memadati area punden dan sekitarnya untuk menyaksikan pertunjukan seni tradisional yang sarat nilai budaya dan pesan moral tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang datang tidak hanya dari Dukuh Cering, tetapi juga dari desa-desa sekitar.

Salah seorang tokoh masyarakat Dukuh Cering menuturkan bahwa Sedekah Bumi merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.

“Tradisi ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, sedekah bumi menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Cering, Amalia Nur Hidayati, menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Alhamdulillah, kegiatan Sedekah Bumi tahun ini berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Antusiasme warga sangat tinggi, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Kami berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Dukuh Cering,” kata Amalia Nur Hidayati.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga yang telah berpartisipasi sehingga acara dapat berlangsung aman, tertib, dan meriah.

Tanggapan positif juga datang dari masyarakat yang hadir. Salah seorang warga, Suyanto (52), mengaku senang dengan penyelenggaraan Sedekah Bumi tahun ini.

“Acaranya sangat meriah dan ramai. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan ini juga membuat hubungan antarwarga semakin akrab. Kami berharap setiap tahun bisa terus diselenggarakan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Rina (28), warga setempat, yang mengapresiasi penampilan kethoprak Asri Wijoyo.

“Kethoprak seperti ini penting untuk menjaga budaya Jawa agar tetap dikenal oleh generasi muda. Pertunjukannya menarik dan menghibur, sehingga masyarakat sangat antusias menonton,” katanya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, Sedekah Bumi Dukuh Cering tahun 2026 menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kecintaan warga terhadap pelestarian budaya lokal. Suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan rasa syukur yang tercipta sepanjang acara menjadi cerminan harmonisnya kehidupan masyarakat Dukuh Cering.

Acara ditutup dengan pertunjukan kethoprak “Asri Wijoyo” yang berlangsung hingga larut malam dan tetap dipadati penonton yang tumpah ruah memenuhi area Punden Dukuh Cering. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini diharapkan terus menjadi perekat persatuan sekaligus sarana pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.