Sedekah Bumi Dukuh Samben Berlangsung Khidmat, Warga Lestarikan Tradisi Leluhur

15 Juni 2026
FAHRURROHIM
Dibaca 2 Kali
Sedekah Bumi Dukuh Samben Berlangsung Khidmat, Warga Lestarikan Tradisi Leluhur

Mojowarno - Masyarakat Dukuh Samben menggelar tradisi Sedekah Bumi pada Minggu (14/6/2026) sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, hasil panen, serta keselamatan yang diberikan kepada seluruh warga.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama di Punden Desa yang diikuti oleh tokoh masyarakat, sesepuh, perangkat desa, panitia, dan warga Dukuh Samben. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon keberkahan, keselamatan, kerukunan, serta hasil pertanian yang semakin baik pada masa mendatang.

Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran seni tradisional Ketoprak Wahyu Manggolo yang berlangsung meriah. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menjadi media pelestarian budaya Jawa yang sarat akan nilai-nilai kehidupan, kebersamaan, dan gotong royong. Sejak sore hingga malam hari, warga tampak antusias menyaksikan jalannya pementasan.

Ketua panitia Sedekah Bumi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda budaya yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarwarga.

"Sedekah Bumi bukan hanya tradisi yang diwariskan oleh para leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan rasa syukur masyarakat. Kami berharap kegiatan ini terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas Dukuh Samben."

Hal senada disampaikan salah seorang warga yang hadir, Susiati dalam kegiatan tersebut.

"Kami sangat bersyukur tradisi Sedekah Bumi masih terus diselenggarakan. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi seluruh warga. Semoga Dukuh Samben senantiasa diberi keamanan, kemakmuran, dan masyarakatnya tetap rukun."

Melalui penyelenggaraan Sedekah Bumi tahun 2026, masyarakat berharap tradisi leluhur ini tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Selain menjaga nilai budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong, mempererat persatuan warga, serta menjadi warisan budaya yang dapat diteruskan kepada generasi muda.[]