rss_feed

Desa Mojowarno

RT. 04 RW. 02 Dukuh Mojo
Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah
Kode Pos 59252

mail_outline pemdesmojowarno@gmail.com

  • KUNDOLI

    Kepala Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUMADI

    Sekretaris Desa

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUCIATI

    Kepala Urusan Keuangan

    Belum Rekam Kehadiran
  • DEWI SUPRASTININGRUM

    Kepala Seksi Pemerintahan

    Belum Rekam Kehadiran
  • SITI ARFIANA WATI

    Kepala Seksi Pelayanan

    Hadir di Kantor Desa
  • FAHRURROHIM

    Kepala Seksi Kesejahteraan

    Belum Rekam Kehadiran
  • AMALIA NUR HIDAYATI

    Kepala Dusun Cering

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUMARDI

    Kepala Dusun Mojo

    Belum Rekam Kehadiran
  • SUTRISNO

    Kepala Dusun Samben

    Belum Rekam Kehadiran

settings Pengaturan Layar

BREAKING News >>; Bagi warga yang menginginkan Vaksinasi Dosis ketiga,silahkan mengunjungi Puskesmas Kaliori, untuk informasi lebih lanjuit. Tetap Jaga kesehatan, Pakai Masker, Jaga Jarak, Hindari Kerumunan, Rajin cuci tangan dengan sabun.
fingerprint
APA Beda Jenis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah?

27 Okt 2020 21:41:17 61.630 Kali

MojowarnoNEWS – Akhir-akhir ini sedang ramai dibicarakan baik dikalangan masyarakat kecil maupun menengah tentang Bantuan Produkrif Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah.

Konon UMKM yang mendapat bantuan ini cukup besar, sekitar Rp. 2,4 JUta rupiah. Yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan perbankan himbara lainnya.

Dikarekanan program ini, banyak masyarakat berbondong-bondong mendaftarkan diri di Kantor Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di masing-masing kabupaten, tidak terkecuali di Kabupaten Rembang sendiri.

Hal ini juga di terbukti, banyaknya warga masyarakat yang menyesaki Kantor Desa/Kelurahan hanya untuk mendapatkan Surat Keterangan Usaha. Guna melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Namun tahukan kita, apa dan siapa sebenarnya yang dimaksud UMKM dalam calon penerima BPUM tersebut. Tentunya kita patut tahu, wan Wajib tahu. Agar tidak multi tafsir dan bahkan menafsirkan sendiri-sendiri siapa sesungguhnya UMKM yang dimaksud.

Melirik sedikit di laman https://oss.go.id milik Badan Kordinasi Penanaman Modal. Disitu disebutkan bahwa ada perbedaan antara jenis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Satu, Jenis Usaha Mikro, yakni Usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro. Kriteria tersebut adalah :

  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

         (Pasal 1 angka 1 jo. Pasal 6 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2008)

Dua, Usaha Kecil, yakni Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil. Kriteria tersebut adalah:

  1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

       (Pasal 1 angka 2 jo. Pasal 6 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2008)  

Ketiga, Usaha Menengah, yaitu Usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang No. 20 Tahun 2008. Kriteria usaha menengah adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

       (Pasal 1 angka 3 jo. Pasal 6 ayat 3 UU No. 20 Tahun 2008)

Nah, sekarang jadi terang kan. Siapa sesungguhnya pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah tersebut. Agar kita tidak saling mentafsiri satu sama lain.

Semua sudah diatur dalam perundang-undangan dan aturan yang jelas, hanya saja terkadang dalam mengambil kebijakan, kita abai pada hal yang terkadang sepele dan dijumpai sehari-hari.

Jadi, masih bingung mana UMKM, mana UKM? Semoga tercerahkan.[]

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

reorder Peta Desa

TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDes 2022 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

PENDAPATAN
Rp. 1,095,133,231 | Rp. 1,823,398,117
60.06 %
BELANJA
Rp. 667,604,216 | Rp. 1,664,907,617
40.1 %
PEMBIAYAAN
Rp. 106,531,316 | Rp. 4,916,316
2166.89 %
insert_chart
APBDes 2022 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

Lain-Lain Pendapatan Asli Desa
Rp. 0 | Rp. 50,000,000
0 %
Dana Desa
Rp. 697,180,000 | Rp. 1,025,375,000
67.99 %
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi
Rp. 0 | Rp. 31,751,000
0 %
Alokasi Dana Desa
Rp. 165,154,915 | Rp. 398,467,000
41.45 %
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp. 200,000,000 | Rp. 205,000,000
97.56 %
Penerimaan dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp. 6,267,000 | Rp. 6,267,000
100 %
Lain-lain Pendapatan Desa Yang Sah
Rp. 26,531,316 | Rp. 106,538,117
24.9 %
insert_chart
APBDes 2022 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran

BIDANG PENYELENGGARAN PEMERINTAHAN DESA
Rp. 136,630,516 | Rp. 463,047,617
29.51 %
BIDANG PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA
Rp. 312,247,700 | Rp. 403,760,000
77.33 %
BIDANG PEMBINAAN KEMASYARAKATAN
Rp. 0 | Rp. 81,100,000
0 %
BIDANG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Rp. 0 | Rp. 221,600,000
0 %
BIDANG PENANGGULANGAN BENCANA, DARURAT DAN MENDESAK DESA
Rp. 218,726,000 | Rp. 495,400,000
44.15 %