• MOJOWARNO RT. 04RW. 02 KALIORI
  • 082227575759
  • pemdesmojowarno@gmail.com
INFO
  • BREAKING News >>; Pendaftaran BPUM dapat dilakukan via online di https://bit.ly/2Q1jwN1 untuk mengurangi kerumunan di Kantor Indakop Kab. Rembang
  • BREAKING News >>; Ijin Usaha MIkro Kecil (IUMK) dapat mendaftar secara online di https://oss.go.id agar pelaku usaha memiliki kepastian hukum dan ijin resmi berwira usaha.
  • BREAKING News >>; Bagi yang merasa sudah mendaftar secara ONLINE program BPUM, Silahkan cek data diri anda di https://eform.bri.co.id/bpum jika mendapat SMS dari BRI, SEGERA lengkapi berkas persyaratannya dan bawa ke loket BRI terdekat.

Setelah BPOM Keluarkan Izin, MUI Nyatakan Vaksin Sinovac dan PT.Bio Farma Halal dan Thayyib

11 Januari 2021 Noe Berita Lokal Dibaca 13 Kali

MojowarnoNEWS, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya menetapkan vaksin Sinovac Life Science Co. Ltd, China dan PT. Biofarma (Persero) hukumnya halal dan thayyib (halal  dan aman digunakan).

Fatwa MUI dengan  nomor 02 tahun 2021 itu,  tentang Produksi Vaksin Covid-19 Dari Sinovac Life Science Co.Ltd, China dan PT. Bio Farma (Persero).   

Fatwa yang dikeluarkan MUI di Jakarta pada Senin (11/1/2021) ditandatangani oleh Komisi Fatwa MUI Prof. DR.H .HAsanuddin AF, MA, Sekretaris Miftahul Huda dan diketahui oleh Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal DR.H. Amirsyah Tambunan.

Sebelumnya, MUI sudah menetapkan bahwa Vaksin Sinovac dan PT. Bio Farma hukumnya suci dan halal.

Namun dengan merujuk pada keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI yang telah memberikan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau Emergency Use Autorization (EUA), maka vaksin selain halal juga thayyib (aman).

"Jaminan keamanan (safety), mutu (quality), serta kemanjuran (efficacy) bagi vaksin Covid-19 Produksi Sinovac Life Science Co.Ltd, China dan PT. Bio Farma (Persero) yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi kualifikasi thayyib," demikian bunyi fatwa tersebut. 

Sementara dalam bagian penutup disebutkan, bahwa fatwa ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan jika di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan, akan diperbaiki dan disempurnakan sebagaimana mestinya.

"Agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat mengetahuinya, menghimbau semua pihak untuk menyebatrluaskannya fatwa ini.

Setelah mendapatkan ijin dari kedua lembaga ini, maka tim percepatan penanganan covid 19 akan segera melaksanakan vaksinasi sesuai dengan yang sudah dijadwalkan. Dan dimulai pada tanggal 13 januari 2021, pada tenaga kesehatan dan tenaga  medis, serta satuan tugas yang bertugas menjadi garda terdepan penanganan covid19.[] 

Sumber : diolah dari berbagai sumber

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar