• MOJOWARNO RT. 04RW. 02 KALIORI
  • 082227575759
  • pemdesmojowarno@gmail.com
INFO
  • BREAKING News >>; #VAKSINASI_WARGA Dosis kedua dari Puskesmas Kaliori, dilaksanakan Besok Senin, 02/08/2021 di Balaidesa Mojowarno jam 08.00 wib Wajib Pakai Masker, jaga jarak, hindari kerumunan
  • BREAKING News >>; Pembagian Beras 10 kg, kepada KPM BST-PKH Besok hari Selasa, 03/08/2021. mulai jam 08.00 wib - Selesai. Wajib Pakai MASKER, Jaga Jarak, Hindari Kerumunan. Bersedia mengisi Pernyataan untuk di Vaksin, bagi yang belum mengikuti VAKSINASI.
  • BREAKING News >>; #VAKSINASI_WARGA Dosis kedua dari Kodim 0720 Rembang, dilaksanakan Besok Selasa, 10/08/2021 di Balaidesa Mojowarno jam 12.00 wib - selesai. Wajib Pakai Masker, Jaga Jarak, Hindari Kerumunan.

Ekspor Benih Lobster Tuai Kecaman, Ini Alasan Menteri Edhy Tetap Lanjut

16 Desember 2019 Fachry Noe Berita Nasional Dibaca 288 Kali

[KBR|Warita Desa] Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan akan mengendalikan dan membatasi ekspor benih lobster. Dia mengklaim masih mencari cara menghindari kemungkinan masifnya ekspor benih lobster.

Kata dia, masifnya penangkapan benih lobster akan mengancam ekosistem laut.

"Lobster yang hari-hari ini sangat panas, dan itu tidak masalah. Semua kebijakan yang akan diambil pemangku, pengambil kebijakan akan menghadapi tantangan seperti ini, dan saya fikir ini hal yang lumrah. Mau dipojokkan ikut penyelundupan, itu biasa. Tidak usah panas. Apa saja yang menghantam kita, itu bagian dari penguatan rencana kita. Apa yang menjadi masalah, itu tugas pemerintah untuk mencari jalan keluar," lanjutnya

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan masih mengkaji seluruh rencana ekspor benih lobster. Termasuk besaran angka ekspor dan kebutuhan benih lobster nasional.

Edhy mengklaim rencana ekspor benih lobster karena Indonesia belum mampu membesarkan lobster dari benihnya.

"Lobster sebagai misal, kita negara yang penghasil benih lobster terbanyak di dunia, di tiap-tiap wilayah kita menghasilkan besar. Sampai menunggu benih ini ada yang membudidayakan. Sementara membesarkannya, sementara di bidang lain ada masyarakat yang hidupnya bergantung pada penangkapan benih-benih lobster ini. Ribuan orang ada disitu, apakah akan kita biarkan mereka mati kelaparan," dalihnya.
  

Akademisi dan Nelayan Tolak Ekspor Benih Lobster

Di kesempatan terpisah, akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Suhana menolak rencana legalisasi ekspor benih lobster.

"Kalau diekspornya dalam bentuk benih itu kita rugi. Kenapa kita tidak bersabar? Kenapa tidak menunggu sampai kepada lobster itu ukuran diatas 200 gram saja? Kalau menurut penelitian, ukuran 300 gram itulah yang memiliki nilai ekonomi tertinggi. Kenapa kita tidak sabar? Artinya jangan serakah supaya lobster ini memberikan dampak ekonomi yang tinggi," kata Suhana kepada KBR, Minggu (15/12/2019).

Perwakilan nelayan di Lombok, Amin Abdullah, juga menyatakan penolakan serupa.

"Jadi ya kami sebenarnya tetap pada posisi tidak setuju dengan ekspor benih, tapi keran untuk mengambil benih lobster untuk dibudidayakan itu akan kami setujui. Karena benih lobster yang diekspor ke Vietnam, maka teman-teman kami yang melakukan budidaya atau pembesaran lobster itu tidak kebagian bibit dia," jelas Amin kepada KBR, Minggu, (15/12/2019).

Oleh : Lea Citra
Editor: Rony Sitanggang

Rubrik Berita ini, adalah hasil kerjasama website desa mojowarno dengan jaringan berita KBR68H Jakarta, yang dipublikasikan secara merata di seluruh Indonesai. Sehingga isi dan konten yang ada, sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari KBR68H

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar